Selasa, 05 Maret 2019

Proposal Evaluasi Program Tentang Manajemen Dana Bos


EVALUASI PROGRAM MANAJEMEN DANA BOS DI SMA MUHAMMADIYAH BATUSANGKR


PROPOSAL SKRIPSI


Ditulis Sebagai syarat untuk Uas
Pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
IAIN Batusangkar

Oleh

BABUR RIZKI
NIM : 16 301 030 10

 


JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BATUSANGKAR

2018 M/ 1440 H

BAB I
PENDAHULUAN

             A.  Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia untuk mampu mengemban tugas yang di bebankan padanya, kerena hanya manusia yang dapat di didik dan mendidik. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, mental emosional, moral, serta keimanan dan ketaqwaan maunusia banyak pandangan tentang makna pendidikan. Hal itu sangat tergantung pada sisi gerapan pendidikan itu akan di kaji, ada kesamaan faktor yang menjadi ciri hakiki makna pendidikan, yaitu bahwa pendidikan merupakan usaha manusia.(Asmendri dan firman, 2015, p. 5-6). Keberhasilan penyelegaraan pendidikan yang bermutu bergantung pada maksimalisasi upaya peningkatan professional pendidik dan tenaga  kependidikan tentu saja tidak menafikan faktor-faktor lain nya. Dan supervisor baik pengawas sekolah maupun kepala sekolah merupakan pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki peran penting dan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut.
Menurut undang-undang No 23 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan pada hakikatnya merupakan suatu usaha yang disadari untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia yang dilaksanakan di dalam maupun di luar sekolah dan berlansung seumur hidup (Syafriq dan Munir. 2009, p. 33). 
Dalam Islam pendidikan di kenal dengan istilah Tarbiyah yang berasal dari bahasa arab secara istilah makna tarbiya adalah sebagai berikut ( Asmendri dan Firman, 2015, p. 6).
1.    Proses pengembangan dan bimbinga, meliputi jasad, akal dan jiwa dengan tujuan anak didik tumbuh dewasa dan hidup mendiri di tengah masyarakat.
2.        Kegiatan yang di sertai dengan penuh kasih sayang, kelembutan hati, perhatian, bijak, dan menyenangkan.
3.     Menyempurnakan fitra kemanusian, memberikan kesenangan dan kemulian tanpa batas sesuai syariat Allah Swt.
4.     Proses yang dilakukan dengan pengaturan yang bijak dan dilaksanakan secara bertahap dari yang mudah ke yang sulit.
      Dari pendapat para ahli di atas dapat penulis simpulkan bahwa pendidikan merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia Untuk mampu mengemban tugas yang dibebankan padanyaManajemen merupakan suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan dengan baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan dan pengaturanserta mempergunakan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara efektif dan efisien.
     Menurut penulis manajemen merupakan sebuah seni bekerja yang dilakukan oleh seseorang yang didalamnya terdapat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi didalamnya terdapat kerjasama sehingga apa yang dirumuskan bisa mencapai sasaran yang diinginkan.
    Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalaui Badan Standar Nasional Penidikan (BSNP) menetapkan 8 standar pendidikan yakni standar isi, standar proses, standar kompetensi kellusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar penggelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan yang harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.
 Untuk memenuhi standa tersebut pemerintah telah melaksanakan program BOS semenjak tahun 2005 dengan tujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan yang bermutu. Salah satu program BOS ini adalah untukmembebaskan segala jenis biaya pendidikan bagi seluruh sisa miskin ditingkat pendidikan dasar, baik di Sekolah negeri maupun swasta. Program ini telah dituntun dengan buku petunjukteknis pelaksanaan BOS baik tentang pelaksanaan, penggunaan, dan juga pengawasannya
     Penggunaan dana BOS disekolah ahrus didasarkan pada kesepakatan bersama antara pihak sekolah, dewan guru, dan komite sekolah. Hasu=il keseopakatan di atas harus ditulis dalam bentuk berita acara rapa dan ditanda tangani oleh peserta rapat. Artinya dala setiap kegiatan yang akan direncanakandalam proses BOS perlu dimusyawarahkan untuk ijadikan pedoman dalam menjalankan program.
Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan pada hari selasa tanggal 22 Mei 2018 di SMA Muhammadiyah Batusangkar penulis melakukan wawancara langsung dengan Kepala sekolah SMA M Batusangkar yaitu Ibu Dra. Arnelfis mengenai Evaluasi Program Manajemen Dana Bos Di Sma Muhammadiyah Batusangkar, berdasarkan hasil wawancara yang penulis lakukan, terdapat masalah terhadap pelaksanaan supervisi sebagai berikut :

Table 1.1
Masalah Evaluasi Program Manajemen Dana Bos Di Sma Muhammadiyah Batusangkar
NO
Permasalahan Yang ada
1
Masih menemukan biaya-biaya dan punggutan yang dilakukan oleh sekolah
2
Penggelolaan dana BOS masih tertutup, musyawarah dilakukan ditingkat unsur pimpinan saja
3
Program BOS tidak dipublikasikan dalam rapat komite dan majelis guru

Menurut penulis pelaksanaan program BOS seharusnya dapat meringankan biaya pendidikan dan menggurangi iuran-iuran terutama kepada siswa-siswi yang tidak mampu atau siswa miskin, tetapi kenyataannya belum sepenuhnya siswa miskin atau tidak mampu tersebut mendapatkan keringanan dalam layanan pendidikan.

            B.     Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka peneliti memfokuskan penelitian yaitu Evaluasi Program Manajemen Dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar
            C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan fokus penelitan diatas maka yang menjadi rumusan maslah adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana perencanaan dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar?
2.      Bagaimanan pelaksanaan dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar?
3.      Bagaimana evaluasi atau pengawasan dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar?
           D.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah
1.      Untuk menjelaskan perencanaan dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar
2.      Untuk menjelaskan pelaksanaan dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar
3.      Untuk menjelaskan evaluasi atau pengawasan dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar

          E.     Manfaat Penelitian dan Luaran Penelitian
1.   Manfaat Penelitian
                        Adapun Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
a.          Bagi Penulis
   Sebagai sarana untuk melihat perbandingan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan dengan keadaan yang sebenarnya, dan sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana Pendidikan pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar.
b.         Bagi Instansi
Sebagai Bahan pertimbangan dan informasi bagi Lembaga Pendidikan atau Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Batusangkar dalam Evaluasi Program Manajemen Dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar
c.          Bagi akademik
        Sebagai tambahan informasi dan referensi bagi pembaca yang akan melakukan penelitian lebih lanjut.
    2.      Luaran Penelitan
Target yang ingin peneliti capai dari temuan ini adalah diterbitkan sebagai jurnal               ilmiah tentang  dalam Evaluasi Program Manajemen Dana BOS di SMA Muhammadiyah       Batusangkar, diseminarkan pada forum seminar nasional atau memperoleh Hak atas               Kekayaan Intelektual (HaKI) dan sebagainya.

            F.     Definisi Operasional
Untuk menghindari kesalahan dalam memahami dan memudakan pembaca menelusuri inti dari penulisan proposal skripsi ini, penulis memberikan definisi sebagai berikut:

1.      Manajemen
Manajemen merupakan suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan dengan baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan dan pengaturanserta mempergunakan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara efektif dan efisien.
Menurut penulis manajemen merupakan sebuah seni bekerja yang dilakukan oleh seseorang yang didalamnya terdapat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi didalamnya terdapat kerjasama sehingga apa yang dirumuskan bisa mencapai sasaran yang diinginkan.

2.      Dana BOS
merupakan program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar dan juga untuk membantu masyarakat yang kurang mampu mendapatkan pendidikan yang bermutu

                                                        BAB II
                                                KAJIAN TEORI

            A.    Landasan Teori
1.      Manajemen Program Pendanaan Pendidikan
a.       Konsep dan Pengertian Manajemen
Manajemen merupakan suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan dengan baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan dan pengaturanserta mempergunakan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara efektif dan efisien.
Menurut penulis manajemen merupakan sebuah seni bekerja yang dilakukan oleh seseorang yang didalamnya terdapat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi didalamnya terdapat kerjasama sehingga apa yang dirumuskan bisa mencapai sasaran yang diinginkan.
b.      Komponen manajemen
1)      Man (manusia)
2)      Money (uang)
3)      Method (metode)
4)      Mechine (mesin)
5)      Material
6)      Market (pasar)
c.       Manajemen Pembiayaan Pendidikan
       Perlu disadari bahwa pengelolaan boaya pendidikan disekolah, dapat memberikan           kontribusi yang sangat signifikan dalam pendidikan karakter. Kepala sekolah                             hendaknya memperhatikan bahwa biaya pendidikan digunakan untuk mengkondisikan             dituangkan dalam RKS dan RKAS (Wibowo, 2016, p. 242)
       Bebrapa program dan kegiatan yang dianggarkan atau dibiayai misalnya :
1)  Kegiatan penggalian dan analisis potensi sekolah, masyarakat, dan daerah tentang nilai-nilai perilaku manusia (karakter) baik yang berhubungan dengan tuhan YME, diri sendiri, sesame maupun lingkungan.
2)      Kegiatan pengembangan kurikulum pendidikan nilai-nilai karakter bagi tenaga  pendidik dan kependidikan.
3)   Kegiatan penyusunan rencana dan pelaksanaan penyelenggaraan program    pendidikan nilai-nilai karakter baik yang dilakukan secara regular, incidental,  didalam sekolah, Maupin diluar sekolah
4)    Kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi/penilaian pendidikan nilai-nilai  karakter, termasuk didalamnya adalah biaya untuk pengembangan instrument  penilaian, pelaksanaan, pengolahan, dan pelaporan penilaian karakter atau    sertifikasinya
5)  Program atau kegiatan lain yang relevan, misalnya pengadaan atau      pemberdayaan sarpras pendukung, pengembangan SDM, dll.
d.      Layanan Keuangan atau Pembiayaan Pendidikan
Layanan keuangan atau pembiayaan pedidikan adalah layanan terhadap fungsi-fungsi keuangan atau pembiayaan. Fungsi keuangan didalamnya memuat perolehan atau sumber-se=umber dana pendidikan dan bagaimana mengalokasikan. Institusi pendidikan sebagai oranisasi sector public tidak bisa mengabaikan layanan keuangan atau pembiayaan pendidikan ini.
            Pengaturan mengenai pendanaan pendidikan dalam pasal 46, 47, 48, dan 49, UU no 20  tahun 2003 tentang system pendidikan nasional disusun berdasarkan semangat desentralisasidan otomi satuan pendidikan
2.      Program Dana BOS
a.       Konsep Dana BOS
Dana BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan biaya operasioanal non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana program wajib belajar dan juga untukmembantu masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang bemutu. Program Bantuan operasional Sekolah (BOS) yang dimulai sejak bulan juli 2005, telah berperan secara signifikan dalam percepatan pencapaian program wajar 9 tahun. Oleh karena itu, mulai tahun 2009 pemerintah telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientas proram BOS, dai perluasan akses menuju peningkatan kualitas sekolah.
            Menurut PP 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan, boaya non personlia adalah biaya untuk bahan atau peralaan pendidikan habis pakai, dan biaya tidak langsung berupa daya air, jasa, telekomnikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dll. Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS
b.      Tujuan dan Fungsi Bantuan Operasional Sekolah
Secara umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan yang bermutu. Secara khusus program BOS bertujuan (Direktorat Jendral Kemenag, 2016, p.1-2):
1)      Membebaskan segala jenis biaya pendidikan bagi seluruh siswa miskin ditingkat pendidikan dasar, baik di sekolah negeri maupun swasta.
2)      Membebaskan biaya operasional sekolah bagi seluruh siswa SMA negeri dan SMP negeri
3)      Meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa di sekolah swasta
c.       Manajemen Dana BOS
Sebagaimana yang telah diketahui dalam ilmu manajemen bahwa ada kompoen mnajemen seperti POAC, yaitu planning, Organizing, actuating, dan Controling. Karena peneliti akan mendeskripsikan bagaimana manajemen BOS di SMA Muhammadiyh Batusangkar.
1)      Perencanaan kegiatan BOS
Dalam menjalankan program manajemen BOS, SMA M batusangkar harus membuat perencanaan program, ini akan menentukan berhasil tidaknya program BOS tersebut. Karena sebuah proram dimulai dari suatu perencanaan. Kepala sekolah dan pengurus BOS merencanakan menyusun program BOS menyangkut dengan belanja modal sekolah, kebutuhan sarana prasarana, dan kebutuhan untuk siswa kurang mampu, biaya untuk penunjang operasonal sekolah seperti untuk kegiatan akademik, ekstraklikuler, dan biaya lainnyayang memungkinkn digunakan sesuai dengan petunjuk BOS. Oleh karena itu kepala sekolah harus memusyawarakan dengan komite dan wali murid dalam rapat komite sekolah dalam perencanaan program BOS.
2)      Pelaksanaan kegiatan BOS
Untuk  pelaksanaan kegiatan BOS, kepala sekolah sudah dapa menggunakan dana BOS semenjak sekolah itu dimulai, seperti pada awal tahun ajaran baru. Sekolah sudah bisa menggunakan untuk biaya penerimaan siswa baru, biaya operasional sekolah dan biaya lainnya. Pelkasanaan pengelokasian dana BOS harus sesuai dengan apa yang direncanakan satu tahun kedepan.
Dalam menjalankan program BOS , penataan tentu harus mengacu pada aturan yang telah ditetapkan pada buku panduan BOS. Dalam buku ini ada beberapa unsur yang mengurus program, diantaranya adalah kepala sekolah sebagai penanggung jawab, bendahara, pembantu bendahara, satu orang dari unsure komite, dan satu orang dari unsure wali murid.
3)      Pengawasan kegiatan BOS
Pengawaan dalam program BOS adalah unsure yang paling penting . tanpa pengawasan yang baik program yang sudah direncanakan akan dapat berjalan tidak sesuai dengan seperti yang direncanakan. Kaena itu dalam buku petunjuk teknis BOS bahwa ada beberapa pengawas yang dilakukan yaitu pengawasan monitoring dan evaluasi berupa pemantauan, pembinaan, dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan program BOS.


BAB III
METODE PENELITIAN

         A.    Jenis Penelitian
          Penelitian ini merupakan penelitian fild research dengan menggunakan metode kualitatif.           Metode penelitian kualitatif dipilih karena peneliti bermaksud untuk mendeskripsikan dan                   menganalisis fenomena tertentu secara mendalam dan terperinci.
      Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan field reserch yang dikenal          dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tipe penelitian kualitatif          deskriptif mencoba menggambarkan fenomena yang terjadi secara alamiah (natural) dalam                  keadaan-keadaan yang sedang terjadi secara alamiah (Ahmadi, 2014, p. 15).
     Menurut Sugiyono (2012: 1) metode penelitian kualitatif adalah Metode penelitian yang                digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah                      eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan         secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih           menekankan makna dari pada generalisasi.
     Berdasarkan hal tersebut penulis memahami bahwa metode yang di gunakan dalam                    penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan alasan hasil penelitian ini tidak bisa di angkakan,       Karena kita melihat pelaksaanan supervisi manajerialnya. Penelitian metode kualitatif bertujuan       untuk mengambarkan tentang Evaluasi Program Manajemen Dana Bos Di Sma Muhammadiyah          Batusangkar



B.     Latar dan Waktu Penelitian
observasi awal yang penulis lakukan pada hari selasa tanggal 22 Mei 2018 di SMA Muhammadiyah Batusangkar.

C.    Instrumen Penelitian
Intrumen penelitian adalah alat-alat yang diperlukan atau yang digunakan untuk mengumpulkan data, ini berarti dengan mengumpulkan alat-alat tersebut data dapat dikumpulkan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri yang mengumpulkan data dengan cara bertanya, meminta, mendengarkan dan mengambil kesimpulan (Afrizal, 2015, p. 134).
Dalam penelitian ini memerlukan alat bantu yang akan dijadikan sebagai instrumen, instrumen yang dimaksud berupa hanphone, buku catatan pena dan pensil. Handphone digunakan sebagai alat perekam suara dari informan dan pengumpulan data apabila tidak tercatat semuanya oleh peneliti. Sedangkan buku catatan, pena dan pensil digunakan untuk mencatat informasi yang didapatkan dari informan. Instrumen yang digunakan adalah melalui wawancara, peneliti menyiapkan topik dan pertanyaan pemandu wawancara sebelum aktivitas wawancara dilaksanakan untuk dijadikan bahan data atau sumber daalm penelitian tersebut.

          D.     Sumber Data
Adapun Sumber data yang peneliti  gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.    Data Primer
Sumber Data primer dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan Bendahara SMA Muhammadiyah Batusangkar.
2.    Data Sekunder
Informasi pendukung yang peneliti dapatkan dalam penelitian setelah mendapatkan informasi dari data primer, adapun sumber informasi yang peneliti jadikan sebagai sumber data pendukung adalah dokumen-dokumen yang berkaitan dengan Evaluasi Program manajemen Dana BOS di SMA Muhammadiyah batusangkar. Bahwa data sekunder dilakukan dengan tujuan agar dapat menggunakan data primer.

E.       Teknik Pengumpulan Data
Dalam rangka memperoleh data, data yang diperlukan untuk menujang penelitian ini, penulis mengunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari :
1.    Observasi
     Jenis obsevasi yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi nonpartisipan dimana peneliti sebagai observer tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan subjek yang diteliti dan hanya bertindak sebagai pengamat. Berdasarkan observasi tersebut peneliti dapat melihat bagaimana aktivitas Evaluasi Program Manajemen Dana BOS Di SMA Muhammadiyah Batusangkar. Sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Ahmadi (2014: 169) bahwa observasi nonpartisipan adalah Seorang pengamat bisa melakukan pengumpulan data tanpa harus melibatkan dir langsung ke dalam situasi di mana peristiwa itu berlangsung, melainkan dengan menggunakan media tertentu. 
2.   Wawancara
Wawancara  adalah salah satu alat yang paling banyak digunakan untuk mengumpulkan data penelitian kualitatif. Wawancara memungkinkan peneliti mengumpulkan data yang beragam dari para responden dalam berbagai situasi dan konteks.
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk mengumpulkan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan (Sugiyono, 2014, p.  387).
3.  Dokumentasi
Dokumen-dokumen tertulis merupakan sumber pendukung lainnya selain sumber manusia melalui observasi dan wawancara. “Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen biasa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang” (Sugiyono, 2014: 82). Dokumentasi pada penelitian ini diantaranya seperti Dokumen Dana BOS dan dokumen dokumen lain yang berkaitan dengan Evaluasi Program Manajemen Dana BOS.

F.    Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan salah satu kegiatan dalam upaya mengolah data.Kegiatan tersebut dimulai dari mengelompokkan atau mengklasifikasi data, yang kemudian memilah agar dapat dikelola dengan baik, dan seterusnya untuk dapat menemukan informasi apa yang penting sehingga untuk dapat diuraikan dan dikemukakan kepada orang lain. Menurut Sugiyono (2007: 335) analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, cattan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri dan orang lain.
Adapun tahap analisis data yang peneliti lakukan yaitu sebagai berikut:
1.      Tahap pra lapangan
Pada tahap ini peneliti melakukan analisis kebutuhan atau evaluasi diri. Artinya peneliti mengamati kenyataan yanga ada dilapangan. Dalam analisis kebutuhan ini dilakukan pendataan mengenai mengapa, bagaimana dan apa saja yang diperlukan.
2.      Tahap pelaksanaan penelitian
Miles dan Huberman Sugiyono (2007:337) mengemukakan bahwa analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan secara inetraktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktifitas dalam data tersebut terdiri atas:
a.       Reduksi Data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya, kemudian membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas di banding data yang sebelumnya, dan mempermudahkan peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.
Dari hal tersebut reduksi data sangat berpengaruh dalam hal pengumpulan data, karena dengan adanya reduksi data akan bisa membantu penulis untuk menganalisis data-data yang sudah di kumpulkan.
b.      Penyajian Data
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dalam teks yang bersifat naratif. Dengan mendisplay data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang dipahami.
c.       Penarikan Kesimpulan
Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Dengan demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti yang telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.

        G.    Teknik Penjamin Keabsahan Data
                Moleong (2007:324) berpendapat bahwa dalam penelitian kualitatif diperlukan suatu teknik          pemeriksaan keabsahan data. Untuk memperoleh keabsahan data temuan perlu diteliti                          kredibilitasnya dengan menggunakan teknik sebagai berikut:
1.Presistent observation (ketekunan pengamatan)
        Dengan cara mengadakan observasi secara terus-menerus terhadap objek penelitian guna memahami gejala lebih mendalam terhadap berbagai aktivitas yang sedang berlangsung dilokasi penelitian.
2.Trianggulasi
         Merupakan teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data.Trianggulasi dilakukan dengan mengecek hasil wawancara dengan hasil observasi dan dokumentasi serta mengecek kembali data yang diterima dari informan satu dengan informan yang lainnya.

3.   Menggunakan bahan referensi
      Dalam hal ini, laporan peneliti dilengkapai dengan foto-foto. Selain itu juga dilengkapi dengan dokumen autentik yang berhubungan dengan fokus penelitian sehingga menjadi lebih dapat dipercaya.


DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi, Rulam. (2014). Metode penelitian Kualitatif. Yokyakarta. Ar-Ruzz Media.
Andang. (2014). Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah. Yokyakarta. Ar-Ruzz Media.
Asmendri, dan Firman. (2015). Perencanaan Pendidikan. STAIN Batusangkar. Press.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam kemenag RI.(2016).Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah pada madrasah
Jasmani dan Syaiful Mustofa. (2013). Supervisi Pendidikan. Yokyakarta . Ar-Ruzz Media.
Kurniadin, Didin dan Imam machali. (2012). Manajemen Pendidikan. Yokyakarta . Ar-Ruzz Media.
Soyomukti, Nurani. (2015). Teori-teori Pendidikan. Yokyakarta. Ar-Ruzz Media.
Sugiyono. (2015). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta Cv.
Triwiyanto, Teguh. (2014). Pengantar Pendidikan. Jakarta. PT Bumi Aksara.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MAKALAH PEMASARAN JASA PENDIDIKAN Tentang : Marketing Mix Dalam Pemasaran Jasa Pendidikan Oleh Kelompok 03 :                ...