EVALUASI PROGRAM MANAJEMEN DANA BOS DI SMA
MUHAMMADIYAH BATUSANGKR
PROPOSAL SKRIPSI
Ditulis
Sebagai syarat untuk Uas
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan
IAIN Batusangkar
Oleh
BABUR RIZKI
NIM : 16 301 030
10
JURUSAN MANAJEMEN PENDIDIKAN
ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU
KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI
BATUSANGKAR
2018 M/ 1440 H
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan
merupakan upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia untuk mampu
mengemban tugas yang di bebankan padanya, kerena hanya manusia yang dapat di
didik dan mendidik. Pendidikan dapat mempengaruhi perkembangan fisik, mental
emosional, moral, serta keimanan dan ketaqwaan maunusia banyak pandangan
tentang makna pendidikan. Hal itu sangat tergantung pada sisi gerapan
pendidikan itu akan di kaji, ada kesamaan faktor yang menjadi ciri hakiki makna
pendidikan, yaitu bahwa pendidikan merupakan usaha manusia.(Asmendri dan
firman, 2015, p. 5-6). Keberhasilan penyelegaraan pendidikan yang bermutu
bergantung pada maksimalisasi upaya peningkatan professional pendidik dan
tenaga kependidikan tentu saja tidak
menafikan faktor-faktor lain nya. Dan supervisor baik pengawas sekolah maupun
kepala sekolah merupakan pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki peran
penting dan strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut.
Menurut undang-undang
No 23 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha
sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran
agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan pada
hakikatnya merupakan suatu usaha yang disadari untuk mengembangkan kepribadian
dan kemampuan manusia yang dilaksanakan di dalam maupun di luar sekolah dan
berlansung seumur hidup (Syafriq dan Munir. 2009, p. 33).
Dalam Islam
pendidikan di kenal dengan istilah Tarbiyah yang berasal dari bahasa arab
secara istilah makna tarbiya adalah sebagai berikut ( Asmendri dan Firman,
2015, p. 6).
1. Proses pengembangan dan bimbinga, meliputi jasad, akal dan jiwa
dengan tujuan anak didik tumbuh dewasa dan hidup mendiri di tengah masyarakat.
2. Kegiatan yang di sertai dengan penuh kasih sayang, kelembutan hati,
perhatian, bijak, dan menyenangkan.
3. Menyempurnakan fitra kemanusian, memberikan kesenangan dan kemulian
tanpa batas sesuai syariat Allah Swt.
4. Proses yang dilakukan dengan pengaturan yang bijak dan dilaksanakan
secara bertahap dari yang mudah ke yang sulit.
Dari
pendapat para ahli di atas dapat penulis simpulkan bahwa pendidikan merupakan
upaya yang dapat mempercepat pengembangan potensi manusia Untuk mampu mengemban
tugas yang dibebankan padanya. Manajemen
merupakan suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan dengan
baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan dan pengaturanserta
mempergunakan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara
efektif dan efisien.
Menurut
penulis manajemen merupakan sebuah seni bekerja yang dilakukan oleh seseorang
yang didalamnya terdapat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi didalamnya
terdapat kerjasama sehingga apa yang dirumuskan bisa mencapai sasaran yang
diinginkan.
Salah satu
upaya yang dilakukan pemerintah melalaui Badan Standar Nasional Penidikan (BSNP)
menetapkan 8 standar pendidikan yakni standar isi, standar proses, standar
kompetensi kellusan, standar tenaga kependidikan, standar sarana prasarana,
standar penggelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan yang
harus ditingkatkan secara berencana dan berkala.
Untuk memenuhi standa tersebut pemerintah
telah melaksanakan program BOS semenjak tahun 2005 dengan tujuan untuk
meringankan beban masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan yang bermutu. Salah
satu program BOS ini adalah untukmembebaskan segala jenis biaya pendidikan bagi
seluruh sisa miskin ditingkat pendidikan dasar, baik di Sekolah negeri maupun
swasta. Program ini telah dituntun dengan buku petunjukteknis pelaksanaan BOS
baik tentang pelaksanaan, penggunaan, dan juga pengawasannya
Penggunaan dana BOS disekolah ahrus
didasarkan pada kesepakatan bersama antara pihak sekolah, dewan guru, dan
komite sekolah. Hasu=il keseopakatan di atas harus ditulis dalam bentuk berita
acara rapa dan ditanda tangani oleh peserta rapat. Artinya dala setiap kegiatan
yang akan direncanakandalam proses BOS perlu dimusyawarahkan untuk ijadikan
pedoman dalam menjalankan program.
Berdasarkan observasi awal yang penulis lakukan pada hari selasa tanggal 22 Mei 2018 di SMA Muhammadiyah
Batusangkar penulis
melakukan wawancara langsung dengan Kepala sekolah SMA M Batusangkar yaitu Ibu Dra. Arnelfis mengenai Evaluasi Program Manajemen Dana Bos Di Sma Muhammadiyah Batusangkar,
berdasarkan hasil wawancara yang penulis
lakukan, terdapat masalah terhadap pelaksanaan supervisi sebagai berikut :
Table 1.1
Masalah Evaluasi Program Manajemen Dana Bos Di Sma Muhammadiyah
Batusangkar
NO
|
Permasalahan Yang ada
|
1
|
Masih menemukan biaya-biaya dan punggutan yang dilakukan oleh
sekolah
|
2
|
Penggelolaan dana BOS masih tertutup, musyawarah dilakukan
ditingkat unsur pimpinan saja
|
3
|
Program BOS tidak dipublikasikan dalam rapat komite dan majelis
guru
|
Menurut penulis pelaksanaan program BOS seharusnya dapat
meringankan biaya pendidikan dan menggurangi iuran-iuran terutama kepada
siswa-siswi yang tidak mampu atau siswa miskin, tetapi kenyataannya belum
sepenuhnya siswa miskin atau tidak mampu tersebut mendapatkan keringanan dalam
layanan pendidikan.
B. Fokus
Penelitian
Berdasarkan
latar belakang masalah diatas maka peneliti memfokuskan penelitian yaitu
Evaluasi Program Manajemen Dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar
C.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan fokus penelitan diatas maka yang menjadi
rumusan maslah adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana perencanaan dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar?
2. Bagaimanan pelaksanaan dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar?
3. Bagaimana evaluasi atau pengawasan dana BOS di SMA Muhammadiyah
Batusangkar?
D.
Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan
penelitian ini adalah
1.
Untuk menjelaskan perencanaan dana BOS di SMA Muhammadiyah
Batusangkar
2.
Untuk menjelaskan pelaksanaan dana BOS di SMA Muhammadiyah
Batusangkar
3.
Untuk menjelaskan evaluasi atau pengawasan dana BOS di SMA
Muhammadiyah Batusangkar
E.
Manfaat Penelitian dan
Luaran Penelitian
1. Manfaat Penelitian
Adapun Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah :
a.
Bagi Penulis
Sebagai sarana untuk
melihat perbandingan ilmu yang didapat di bangku perkuliahan dengan keadaan
yang sebenarnya, dan sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar Sarjana
Pendidikan pada Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan Institut Agama Islam Negeri Batusangkar.
b.
Bagi Instansi
Sebagai Bahan pertimbangan dan informasi bagi Lembaga Pendidikan
atau Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah Batusangkar dalam Evaluasi Program
Manajemen Dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar
c.
Bagi akademik
Sebagai tambahan
informasi dan referensi bagi pembaca yang akan melakukan penelitian lebih lanjut.
2.
Luaran Penelitan
Target yang ingin peneliti capai dari temuan ini adalah diterbitkan
sebagai jurnal ilmiah tentang dalam
Evaluasi Program Manajemen Dana BOS di SMA Muhammadiyah Batusangkar,
diseminarkan pada forum seminar nasional atau memperoleh Hak atas Kekayaan
Intelektual (HaKI) dan sebagainya.
F.
Definisi Operasional
Untuk
menghindari kesalahan dalam memahami dan memudakan pembaca menelusuri inti dari
penulisan proposal skripsi ini, penulis memberikan definisi sebagai berikut:
1.
Manajemen
Manajemen
merupakan suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan dengan
baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan dan pengaturanserta
mempergunakan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara
efektif dan efisien.
Menurut penulis
manajemen merupakan sebuah seni bekerja yang dilakukan oleh seseorang yang
didalamnya terdapat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi didalamnya terdapat
kerjasama sehingga apa yang dirumuskan bisa mencapai sasaran yang diinginkan.
2.
Dana BOS
merupakan program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk
penyediaan biaya operasional non personalia bagi satuan pendidikan dasar
sebagai pelaksana program wajib belajar dan juga untuk membantu masyarakat yang
kurang mampu mendapatkan pendidikan yang bermutu
BAB II
KAJIAN TEORI
A.
Landasan Teori
1. Manajemen
Program Pendanaan Pendidikan
a.
Konsep dan Pengertian Manajemen
Manajemen
merupakan suatu proses yang dilakukan agar suatu usaha dapat berjalan dengan
baik memerlukan perencanaan, pemikiran, pengarahan dan pengaturanserta
mempergunakan semua potensi yang ada baik personal maupun material secara
efektif dan efisien.
Menurut penulis
manajemen merupakan sebuah seni bekerja yang dilakukan oleh seseorang yang
didalamnya terdapat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi didalamnya terdapat
kerjasama sehingga apa yang dirumuskan bisa mencapai sasaran yang diinginkan.
b.
Komponen manajemen
1)
Man (manusia)
2)
Money (uang)
3)
Method (metode)
4)
Mechine (mesin)
5)
Material
6)
Market (pasar)
c.
Manajemen Pembiayaan Pendidikan
Perlu disadari bahwa pengelolaan boaya pendidikan
disekolah, dapat memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam pendidikan
karakter. Kepala sekolah hendaknya memperhatikan bahwa biaya pendidikan
digunakan untuk mengkondisikan dituangkan dalam RKS dan RKAS (Wibowo, 2016, p. 242)
Bebrapa program dan kegiatan yang dianggarkan atau
dibiayai misalnya :
1) Kegiatan penggalian dan analisis potensi sekolah,
masyarakat, dan daerah tentang nilai-nilai perilaku manusia (karakter) baik
yang berhubungan dengan tuhan YME, diri sendiri, sesame maupun lingkungan.
2)
Kegiatan pengembangan kurikulum pendidikan nilai-nilai
karakter bagi tenaga pendidik dan kependidikan.
3) Kegiatan penyusunan rencana dan pelaksanaan
penyelenggaraan program pendidikan nilai-nilai karakter baik yang dilakukan
secara regular, incidental, didalam sekolah, Maupin diluar sekolah
4) Kegiatan supervisi, monitoring, dan evaluasi/penilaian
pendidikan nilai-nilai karakter, termasuk didalamnya adalah biaya untuk
pengembangan instrument penilaian, pelaksanaan, pengolahan, dan pelaporan
penilaian karakter atau sertifikasinya
5) Program atau kegiatan lain yang relevan, misalnya
pengadaan atau pemberdayaan sarpras pendukung, pengembangan SDM, dll.
d.
Layanan Keuangan atau Pembiayaan Pendidikan
Layanan
keuangan atau pembiayaan pedidikan adalah layanan terhadap fungsi-fungsi
keuangan atau pembiayaan. Fungsi keuangan didalamnya memuat perolehan atau
sumber-se=umber dana pendidikan dan bagaimana mengalokasikan. Institusi
pendidikan sebagai oranisasi sector public tidak bisa mengabaikan layanan
keuangan atau pembiayaan pendidikan ini.
Pengaturan mengenai pendanaan pendidikan dalam pasal 46,
47, 48, dan 49, UU no 20 tahun 2003
tentang system pendidikan nasional disusun berdasarkan semangat desentralisasidan
otomi satuan pendidikan
2. Program
Dana BOS
a.
Konsep Dana BOS
Dana
BOS adalah program pemerintah yang pada dasarnya adalah untuk penyediaan biaya
operasioanal non personalia bagi satuan pendidikan dasar sebagai pelaksana
program wajib belajar dan juga untukmembantu masyarakat yang kurang mampu untuk
mendapatkan pendidikan yang bemutu. Program Bantuan operasional Sekolah (BOS)
yang dimulai sejak bulan juli 2005, telah berperan secara signifikan dalam
percepatan pencapaian program wajar 9 tahun. Oleh karena itu, mulai tahun 2009
pemerintah telah melakukan perubahan tujuan, pendekatan dan orientas proram
BOS, dai perluasan akses menuju peningkatan kualitas sekolah.
Menurut PP 48 tahun 2008 tentang pendanaan pendidikan,
boaya non personlia adalah biaya untuk bahan atau peralaan pendidikan habis
pakai, dan biaya tidak langsung berupa daya air, jasa, telekomnikasi,
pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur, transportasi, konsumsi, pajak,
asuransi, dll. Namun demikian, ada beberapa jenis pembiayaan investasi dan
personalia yang diperbolehkan dibiayai dengan dana BOS
b.
Tujuan dan Fungsi Bantuan Operasional Sekolah
Secara
umum program BOS bertujuan untuk meringankan beban masyarakat terhadap
pembiayaan pendidikan yang bermutu. Secara khusus program BOS bertujuan
(Direktorat Jendral Kemenag, 2016, p.1-2):
1)
Membebaskan segala jenis biaya pendidikan bagi seluruh
siswa miskin ditingkat pendidikan dasar, baik di sekolah negeri maupun swasta.
2)
Membebaskan biaya operasional sekolah bagi seluruh
siswa SMA negeri dan SMP negeri
3)
Meringankan beban biaya operasional sekolah bagi siswa
di sekolah swasta
c.
Manajemen Dana BOS
Sebagaimana
yang telah diketahui dalam ilmu manajemen bahwa ada kompoen mnajemen seperti
POAC, yaitu planning, Organizing, actuating, dan Controling. Karena peneliti
akan mendeskripsikan bagaimana manajemen BOS di SMA Muhammadiyh Batusangkar.
1)
Perencanaan kegiatan BOS
Dalam
menjalankan program manajemen BOS, SMA M batusangkar harus membuat perencanaan
program, ini akan menentukan berhasil tidaknya program BOS tersebut. Karena
sebuah proram dimulai dari suatu perencanaan. Kepala sekolah dan pengurus BOS
merencanakan menyusun program BOS menyangkut dengan belanja modal sekolah,
kebutuhan sarana prasarana, dan kebutuhan untuk siswa kurang mampu, biaya untuk
penunjang operasonal sekolah seperti untuk kegiatan akademik, ekstraklikuler,
dan biaya lainnyayang memungkinkn digunakan sesuai dengan petunjuk BOS. Oleh
karena itu kepala sekolah harus memusyawarakan dengan komite dan wali murid
dalam rapat komite sekolah dalam perencanaan program BOS.
2)
Pelaksanaan kegiatan BOS
Untuk pelaksanaan kegiatan BOS, kepala sekolah
sudah dapa menggunakan dana BOS semenjak sekolah itu dimulai, seperti pada awal
tahun ajaran baru. Sekolah sudah bisa menggunakan untuk biaya penerimaan siswa
baru, biaya operasional sekolah dan biaya lainnya. Pelkasanaan pengelokasian
dana BOS harus sesuai dengan apa yang direncanakan satu tahun kedepan.
Dalam
menjalankan program BOS , penataan tentu harus mengacu pada aturan yang telah
ditetapkan pada buku panduan BOS. Dalam buku ini ada beberapa unsur yang
mengurus program, diantaranya adalah kepala sekolah sebagai penanggung jawab,
bendahara, pembantu bendahara, satu orang dari unsure komite, dan satu orang
dari unsure wali murid.
3)
Pengawasan kegiatan BOS
Pengawaan
dalam program BOS adalah unsure yang paling penting . tanpa pengawasan yang
baik program yang sudah direncanakan akan dapat berjalan tidak sesuai dengan
seperti yang direncanakan. Kaena itu dalam buku petunjuk teknis BOS bahwa ada
beberapa pengawas yang dilakukan yaitu pengawasan monitoring dan evaluasi
berupa pemantauan, pembinaan, dan penyelesaian masalah terhadap pelaksanaan
program BOS.
BAB III
METODE PENELITIAN
A.
Jenis Penelitian
Penelitian ini
merupakan penelitian fild research dengan menggunakan metode kualitatif. Metode penelitian kualitatif dipilih karena peneliti bermaksud untuk
mendeskripsikan dan menganalisis fenomena tertentu secara mendalam dan
terperinci.
Jenis
penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan field reserch
yang dikenal dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Tipe penelitian kualitatif deskriptif mencoba menggambarkan fenomena yang
terjadi secara alamiah (natural)
dalam keadaan-keadaan yang sedang terjadi secara alamiah (Ahmadi, 2014, p. 15).
Menurut
Sugiyono (2012: 1) metode penelitian kualitatif adalah Metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya
adalah eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik
pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data
bersifat induktif dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari
pada generalisasi.
Berdasarkan hal
tersebut penulis memahami bahwa metode yang di gunakan dalam penelitian ini
adalah penelitian kualitatif, dengan alasan hasil penelitian ini tidak bisa di
angkakan, Karena kita melihat pelaksaanan supervisi manajerialnya. Penelitian
metode kualitatif bertujuan untuk mengambarkan tentang Evaluasi Program Manajemen Dana Bos Di Sma Muhammadiyah Batusangkar
B.
Latar dan Waktu Penelitian
observasi awal yang penulis lakukan pada hari selasa tanggal 22 Mei 2018 di SMA Muhammadiyah
Batusangkar.
C.
Instrumen Penelitian
Intrumen penelitian adalah alat-alat yang diperlukan atau yang
digunakan untuk mengumpulkan data, ini berarti dengan mengumpulkan alat-alat
tersebut data dapat dikumpulkan. Dalam penelitian kualitatif, peneliti sendiri
yang mengumpulkan data dengan cara bertanya, meminta, mendengarkan dan
mengambil kesimpulan (Afrizal, 2015, p. 134).
Dalam penelitian ini memerlukan alat bantu yang akan dijadikan
sebagai instrumen, instrumen yang dimaksud berupa hanphone, buku catatan pena
dan pensil. Handphone digunakan sebagai alat perekam suara dari informan dan
pengumpulan data apabila tidak tercatat semuanya oleh peneliti. Sedangkan buku
catatan, pena dan pensil digunakan untuk mencatat informasi yang didapatkan
dari informan. Instrumen yang digunakan adalah melalui wawancara, peneliti
menyiapkan topik dan pertanyaan pemandu wawancara sebelum aktivitas wawancara
dilaksanakan untuk dijadikan bahan data atau sumber daalm penelitian tersebut.
D.
Sumber Data
Adapun Sumber data yang peneliti
gunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.
Data Primer
Sumber Data primer dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah dan
Bendahara SMA Muhammadiyah Batusangkar.
2.
Data Sekunder
Informasi pendukung yang peneliti dapatkan dalam penelitian setelah
mendapatkan informasi dari data primer, adapun sumber informasi yang peneliti
jadikan sebagai sumber data pendukung adalah dokumen-dokumen yang berkaitan
dengan Evaluasi Program manajemen Dana BOS di SMA Muhammadiyah batusangkar.
Bahwa data sekunder dilakukan dengan tujuan agar dapat menggunakan data primer.
E.
Teknik Pengumpulan Data
Dalam rangka memperoleh data, data yang diperlukan untuk menujang
penelitian ini, penulis mengunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari :
1.
Observasi
Jenis obsevasi
yang dilakukan oleh peneliti adalah observasi nonpartisipan dimana peneliti
sebagai observer tidak ikut berpartisipasi dalam kegiatan subjek yang diteliti
dan hanya bertindak sebagai pengamat. Berdasarkan observasi tersebut peneliti
dapat melihat bagaimana aktivitas Evaluasi Program Manajemen Dana BOS Di SMA
Muhammadiyah Batusangkar. Sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Ahmadi
(2014: 169) bahwa observasi nonpartisipan adalah Seorang pengamat bisa
melakukan pengumpulan data tanpa harus melibatkan dir langsung ke dalam situasi
di mana peristiwa itu berlangsung, melainkan dengan menggunakan media tertentu.
2.
Wawancara
Wawancara adalah salah satu alat yang paling banyak
digunakan untuk mengumpulkan data penelitian kualitatif. Wawancara memungkinkan
peneliti mengumpulkan data yang beragam dari para responden dalam berbagai
situasi dan konteks.
Wawancara
tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan
pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk
mengumpulkan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis
besar permasalahan yang akan ditanyakan (Sugiyono, 2014, p. 387).
3. Dokumentasi
Dokumen-dokumen tertulis merupakan sumber pendukung lainnya selain
sumber manusia melalui observasi dan wawancara. “Dokumen merupakan catatan
peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen biasa berbentuk tulisan, gambar, atau
karya-karya monumental dari seseorang” (Sugiyono, 2014: 82). Dokumentasi pada
penelitian ini diantaranya seperti Dokumen Dana BOS dan dokumen dokumen lain
yang berkaitan dengan Evaluasi Program Manajemen Dana BOS.
F.
Teknik Analisis Data
Teknik analisis data merupakan salah satu kegiatan dalam upaya
mengolah data.Kegiatan tersebut dimulai dari mengelompokkan atau
mengklasifikasi data, yang kemudian memilah agar dapat dikelola dengan baik,
dan seterusnya untuk dapat menemukan informasi apa yang penting sehingga untuk
dapat diuraikan dan dikemukakan kepada orang lain. Menurut Sugiyono (2007: 335)
analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang
diperoleh dari hasil wawancara, cattan lapangan dan dokumentasi, dengan cara
mengorganisasikan data kedalam kategori, menjabarkan kedalam unit-unit,
melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang
akan dipelajari serta membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri
sendiri dan orang lain.
Adapun
tahap analisis data yang peneliti lakukan yaitu sebagai berikut:
1. Tahap
pra lapangan
Pada tahap ini peneliti melakukan analisis
kebutuhan atau evaluasi diri. Artinya peneliti mengamati kenyataan yanga ada
dilapangan. Dalam analisis kebutuhan ini dilakukan pendataan mengenai mengapa,
bagaimana dan apa saja yang diperlukan.
2. Tahap
pelaksanaan penelitian
Miles dan Huberman Sugiyono (2007:337) mengemukakan bahwa analisis data
dalam penelitian kualitatif dilakukan secara inetraktif dan berlangsung secara
terus-menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktifitas dalam data
tersebut terdiri atas:
a. Reduksi
Data
Mereduksi data berarti merangkum, memilih
hal-hal yang pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan
polanya, kemudian membuang
yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan
gambaran yang lebih jelas di banding data yang
sebelumnya, dan mempermudahkan peneliti untuk melakukan
pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.
Dari hal tersebut
reduksi data sangat berpengaruh dalam hal pengumpulan data, karena dengan
adanya reduksi data akan bisa membantu penulis untuk menganalisis data-data
yang sudah di kumpulkan.
b. Penyajian
Data
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data
bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori,
yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif
adalah dalam teks yang bersifat naratif. Dengan mendisplay data, maka akan
memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya
berdasarkan apa yang dipahami.
c. Penarikan
Kesimpulan
Langkah ke tiga dalam analisis data kualitatif
menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah
bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat mendukung pada tahap pengumpulan
data berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal,
didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali
kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan
kesimpulan yang kredibel.
Dengan
demikian kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan
masalah sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti yang telah
dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih
bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada di lapangan.
G.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Moleong (2007:324) berpendapat bahwa dalam penelitian kualitatif
diperlukan suatu teknik pemeriksaan keabsahan data. Untuk memperoleh keabsahan
data temuan perlu diteliti kredibilitasnya dengan menggunakan teknik sebagai
berikut:
1.Presistent observation (ketekunan pengamatan)
Dengan cara mengadakan
observasi secara terus-menerus terhadap objek penelitian guna memahami gejala
lebih mendalam terhadap berbagai aktivitas yang sedang berlangsung dilokasi
penelitian.
2.Trianggulasi
Merupakan teknik
pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data
untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data.Trianggulasi dilakukan
dengan mengecek hasil wawancara dengan hasil observasi dan dokumentasi serta
mengecek kembali data yang diterima dari informan satu dengan informan yang
lainnya.
3.
Menggunakan bahan referensi
Dalam hal ini, laporan
peneliti dilengkapai dengan foto-foto. Selain itu juga dilengkapi dengan
dokumen autentik yang berhubungan dengan fokus penelitian sehingga menjadi
lebih dapat dipercaya.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahmadi,
Rulam. (2014). Metode penelitian Kualitatif. Yokyakarta. Ar-Ruzz Media.
Andang.
(2014). Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah. Yokyakarta. Ar-Ruzz
Media.
Asmendri,
dan Firman. (2015). Perencanaan Pendidikan. STAIN Batusangkar. Press.
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
kemenag RI.(2016).Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah pada madrasah
Jasmani
dan Syaiful Mustofa. (2013). Supervisi Pendidikan. Yokyakarta . Ar-Ruzz
Media.
Kurniadin, Didin dan Imam machali.
(2012). Manajemen Pendidikan. Yokyakarta . Ar-Ruzz Media.
Soyomukti,
Nurani. (2015). Teori-teori Pendidikan. Yokyakarta. Ar-Ruzz Media.
Sugiyono.
(2015). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta Cv.
Triwiyanto,
Teguh. (2014). Pengantar Pendidikan. Jakarta. PT Bumi Aksara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar